Investasi Perkebunan Kayu Jabon

Investasi Perkebunan kayu Jabon sangat tepat karena Indonesia merupakan salah satu negara agraris, dimana terdapat banyak lahan penanaman dan mempunyai iklim yang cocok untuk tanaman kayu Jabon. Jabon tergolong tumbuhan pioneer yang dapat tumbuh di tanah liat, tanah lempung, podsolik coklat bahkan tanah berbatu masih dapat ditanami Jabon. Sejauh ini Jabon masih bebas dari serangan berbagai penyakit, termasuk karat tumor yang banyak menyerang Sengon.

Saat ini kayu Jabon menjadi andalan industri perkayuan, termasuk kayu lapis, karena kayu Jabon memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan tanaman kayu lainnya termasuk sengon/albasia, diantaranya adalah:

  1. Diameter batang dapat tumbuh berkisar 7-10 cm/th
  2. Masa produksi jabon yang singkat 5-6 tahun.
  3. Berbatang silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus
  4. Tidak memerlukan pemangkasan karena pada masa pertumbuhan cabang akan rontok sendiri (self prunning)
  5. Warna,tekstur, dan kekerasan kayu jabon putih sesuai untuk bahan baku kayu lapis
  6. Bentuk pohon jabon putih yang silindris dengan tinggi bebas cabang 60% dari total tinggi, sehingga menghasilkan volume kayu lolos grade lebih tinggi untuk bahan baku kayu lapis
  7. dibandingkan jenis pohon yang memiliki banyak cabang (contoh: sengon)
  8. Sampai saat ini belum ada penyakit yang dapat menyebabkan kematian pada pohon jabon
  9. Hama pada pohon jabon putih adalah ulat kantong, hama ini dapat dikendalikan dengan menggunakan Pestisida

Perhitungan Hasil Investasi Jabon:
Jarak tanam yang digunakan pada Tanaman Kayu Jabon adalah 3m x 3m jadi dalam 1 ha (hektar) lahan terdapat 1089 titik tanam. Dengan tingkat resiko alam (kematian) 8% selama masa budidaya maka akan didapat 1000 pohon pada saat panen.