Mengapa Bisnis Perkayuan Menjadi Pilihan Investasi yang Potensial?

Kesenjangan antara Supply dan Demand terjadi sebagai akibat konsumsi kayu untuk kebutuhan industri maupun pemenuhnan kebutuhan masyarakat cukup tinggi.  Di Indonesia, menurut Suripto (2005) kebutuhan akan bahan baku kayu bulat pada saat ini setiap tahunnya mencapai kurang lebih 63 juta meter kubik. Sedangkan produksi kayu bulat dari hutan produksi adalah sekitar 22 juta meter kubuk per tahun.

Sebuah rilis yang dikeluarkan oleh Food and Agricultural Organization (FAO) menyatakan, bahwa dalam setiap hitungan satu detik, hutan alam tropis hilang setara dengan luas satu lapangan bola. FAO juga mengestimasikan bahwa sekitar 13 juta hektar hutan alam di seluruh dunia hilang setiap tahun disebabkan deforestasi yang terus terjadi.

Solusi terbaik dalam mengurangi tekanan berat yang dialami oleh hutan alam adalah dengan menyediakan kebutuhan akan bahan bakar kayu yang bersumber dari sebuah sistem pengelolaan yang berkelanjuatan seperti Hutan Tanaman Industri dan Hutan Perkebunan melalui Bisnis Perkayuan.