Produksi Kayu Lapis Indonesia 10 tahun Terakhir

Produksi Kayu Lapis Indonesia 10 tahun Terakhir

Berdasarkan data produksi dan perdagangan hasil hutan tahunan Indonesia yang bersumber pada data FAOSTAT–Forestry, produksi kayu lapis (plywood) Indonesia 10 tahun terakhir mengalami penurunan sebesar 29.07%. Produksi kayu lapis Indonesia pada tahun 2001 yaitu 7.300.000 m3 dan pada tahun 2012 mengalami penurunan menjadi 5.178.000 m3. Penurunan produksi kayu lapis Indonesia, diduga disebabkan karena berkurangnya produksi log yang sesuai standar untuk bahan baku kayu lapis.

Dugaan itu berdasarkan data produksi log Indonesia 10 tahun terkahir mengalami peningkatan sebesar 314,64% tetapi produksi kayu lapis Indonesia mengalami penurunan 29,07%. Tahun 2001 produksi kayu bulat Indonesia sebesar 11.432.501 m3 dan pada tahun 2011 sebesar 47.429.335 m3 (Sumber: Buku Statistik Kehutanan Indonesia).

Data produksi dan eksport kayu lapis serta produksi kayu bulat Indonesia 10 tahun terakhir disajikan pada tabel 1:

kayu indonesia, jabon

 

 

grafik ekspor kayu lapis

grafik ekspor kayu lapis indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

Menurunnya produksi kayu bulat Indonesia yang sesuai dengan standar bahan baku kayu lapis, dapat disebabkan karena perawatan yang tidak menerapkan Silvikultur Intensif dan pemanenan yang terlalu dini. Kayu bulat yang dapat dijadikan bahan baku kayu lapis harus memiliki diameter bontos kecil minimal 15 cm. Standar grade kayu bulat untuk bahan baku kayu lapis dapat dilihat pada gambar tabel grade.

 

Writer: Bayu Apriyanto

tag: investasi jabon | paket jabon | jual benih jabon | paket investasi jabon | kerjasama perkebunan | pohon jabon | bibit jabon  | kayu jabon | kayu sengon | trading kayu