Tren Kerjasama Perkebunan Jabon

Tren kayu jabon saat ini sedang naik dibandingkan tren kayu jati. Kayu jabon dan kayu kadamba adalah kayu yang sama. Penamaan yang berbeda ini dikarenakan asal dari penamaan nama ilmiah dan nama lokal. Nama ilmiah pohon jabon yaitu Anthocephalus cadamba. Nama ilmiah yang terletak di belakang kadang dipakai orang sehingga menjadi pohon kadamba. Jika orang menyebut nama pohon jabon atau pohon kadamba, pohon yang dimaksud sama artinya.

Kayu jabon banyak digunakan oleh industri kayu. Industri kayu mengolah kayu jabon menjadi kayu perkakas, pengepakan kotak kayu dan peti kayu.

Kayu kadamba memiliki banyak keunggulan-keunggulan dibanding kayu lainnya. Pasar menghargai kayu jabon lebih tinggi dibanding kayu sengon tiap kubiknya. Umur panennya lebih singkat dibandingkan dengan pohon jati. Tingkat kekerasannya hampir menyamai kayu jati. Sebagai pilihan investasi, kayu jabon layak dipertimbangkan oleh para investor. Pasar masih terbuka luas dan tren sedang naik.

Pohon jabon berasal dari dataran tinggi di india. Karakter pohonnya mirip pohon jati. Pohon jabon mudah diperbanyak dengan cara generatif (biji). Pohon jabon dapat juga dikembangbiakkan dengan cara vegetatif. Kelemahan perbanyakan cara vegetatif menghasilkan bibit dalam jumlah sedikit. Terkecuali dengan kultur jaringan, perbanyakan bibit jabon dapat menghasilkan jumlah yang besar. Kelemahannya teknologi yang digunakan sangat mahal.

Pohon jabon memiliki sifat adaptif tinggi di segala lingkungan. Tetapi untuk pertumbuhan yang optimal memerlukan persyaratan tertentu. Pohonnya tidak menyukai tanah yang tergenang air. Pohon jabon menyukai daerah dataran rendah yakni kurang dari 600 m dpl. Tanah yang lembab dan kering lebih disukai pohon jabon.

Sifat pohon jabon yang memiliki adaptasi tinggi dimanfaatkan sebagai tumbuhan perintis. Bekas lahan-lahan pertambangan atau lahan kritis yang ditanami pohon jabon, pohon ini mampu bertahan hidup.

Sumber: http://diperta.jabarprov.go.id/